Saturday, August 26, 2017

37 TARIAN TRADISIONAL PROVINSI KALIMANTAN ( KALIMANTAN TIMUR, KALIMANTAN BARAT, KALIMANTAN TENGAH , KALIMANTAN UTARA , KALIMANTAN SELATAN ) , GAMBAR DAN KETERANGAN LENGKAP



37 TARIAN TRADISIONAL  PROVINSI KALIMANTAN ( KALIMANTAN  TIMUR, KALIMANTAN BARAT, KALIMANTAN TENGAH , KALIMANTAN UTARA , KALIMANTAN SELATAN ) , GAMBAR  DAN KETERANGAN LENGKAP.

Kalimantan termasuk dalam lima pulau besar di indonesia dan memiliki keaneka ragaman jenis tarian tradisional yang merupakan ciri khas Kalimantan  dan menjadi kebanggaan negara Indonesia, berikut ini adalah keterangan lengkap tarian di semua propinsi Kalimantan , berikut ini akan diberi penjelasan berikut Gambarnya :



NO
PROVINSI
NAMA TARIAN TRADISIONAL
A
Kalimantan Timur
1. Tari Persatuan dan Kesatuan
2. Tari Belian Bawo
3. Tari Belian Sentiyu
4. Tari Hudoq
5. Tari Kancet Hudog Aban
6. Tari Kancet Pepatai ( Tari Perang )
7. Tari Kancet Punan Letto
8. Tari Kancet Tebengang Madang ( Tari Enggang Terbang )
9. Tari Leleng
10. Tari Gantar
11. Tari Ngelawai
12. Tari Tekenag Bungan Malan

B
Kalimantan Barat
13. Tari Jongan
14. Tari Kondan
15. Tari Manang
16. Tari Pingan

C
Kalimantan Tengah
17. Tari Pecuk Kina
18. Tari Belian Bowo
19. Tari Dadas
20. Tari Giring-giring
21. Tari Hudoq
22. Tari Hudoq kita
23. Tari Kancet Lasan
24. Tari Kancet Papatai ( Tari Perang )
25. Tari Kancet Ledo ( Tari Gong )
26. Tari Kuyang
27. Tari Leleng
28. Tari Mandau
29. Tari Manggetem
30. Tari Ngerangkau
31. Tari Potong Pantan
32. Tari Serumpai

D
Kalimantan Utara
33. Tari Jepen
34. Tari Jugit
35. Tari Mangunatip ( Tari Lalatip )

E
Kalimantan Selatan
36. Tari Baksa Kembang
37. Tari Japin Kuala




Untuk memperjelas semua tarian yang ada di provinsi Kalimantan , berikut gambar dan penjelasannya.
A. KALIMANTAN TIMUR
1. Tari Persatuan dan Kesatuan


Tarian Persatuan dan Kesatuan berasal dari suku Dayak Kenyah. Saat pertama kali , orang menyebut tari ini  KANCET MENYAM TALI yang artinya Tarian Anyam Tali. Dalam pelaksanaannya para penari memegang tali atau pita aneka warna yang menjadi perlambang atau symbol dari keanekaragaman suku, adat, budaya dan agama masyarakat yang tinggal di Kalimantan Timur. Pita tersebut kemudian dianyam menjadi simpul yang menyatu . Tarian ini memberi inspirasi  Gubernur Kalimantan Timur, H. Suwarna Abdul Fatah untuk menjadikan tarian ini , menjadi wajib bagi masyarakat Kalimantan Timur karena sesuai dengan situasi dan kondisi daerah ini dan menjadi simbul persatuan , sehingga tarian itu  dipilihkan nama menjadi Tarian Persatuan dan Kesatuan.
2. Tari Belian Bawo


Tarian Belian Bawo, Terlihat sakral , karena tarian ini mempunyai tujuan khusus yaitu untuk mengobati orang. Belian adalah salah satu bentuk dari kebudayaan suku Dayak Tonyooi dan Dayak Benuaq.  Merupakan campuran dari berbagai macam Belian sehingga ada berbagai macam kostum , gerak tari dan musik yang mengiringi sesuai dengan maksud dari Belian itu sendiri. “Pemelian” atau dukun bertindak sebagai perantara manusia dengan roh roh atau para penguasa dunia dalam menyembuhkan orang sakit.
3. Tari Belian Sentiyu


Seperti juga  Tarian Belian Bawo, tarian ini juga berasal dari suku Dayak Tonyooi dan Dayak Benuaq. Maksud dan tujuan dari tarian ini juga untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat. Hanya saja yang membedakan dengan Tarian Bowo adalah pada kostum, apabila pada Belian Bawo memakai gelang bergemerincing yang memekakkan telinga ,  pada Belian Sentiyu memakai persembahan beras yang akan ditaburkan oleh pemelian

4. Tari Hudoq


Tari Hudoq berasal dari suku Dayak Bahau dan Modang, yang merupakan tarian untuk mengusir hama-hama tanaman atau mengusir roh jahat. Biasanya para penari memakai topeng-topeng yang menakutkan dan menyeramkan, supaya dapat mengecoh dan mengusir hama tanaman atau pun roh jahat.



5. Tari Kancet Hudog Aban


Tarian Kancet Hudog Aban,  berasal dari suku Dayak Kenyah. Mempunyai ciri hampir sama  dengan suku Dayak Bahau, tarian ini juga dimaksudkan untuk mengusir hama tanaman dan roh jahat yang mengganggu. Per bedanya, adalah pada topeng yang digunakan, dan penari dari Hudoq Aban adalah perempuan yang mengenakan cadar dari bahan manik-manik (Aban).


6. Tari Kancet Pepatai ( Tari Perang )


Tarian Kancet Pepatai merupakan tarian berasal dari suku Dayak Kenyah, yang menggambarkan  tentang keberanian para pria (ajai) suku Dayak Kenyah dalam berperang. Tarian ini menceritakan dari awal mula perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya.



7. Tari Kancet Punan Letto


Tarian Kancet Punan Letto menceritakan tentang dua orang pemuda yang sama-sama menyukai seorang gadis dan memperebutkannya. Pemuda yang mempertahankan gadisnya dengan gagah berani akhirnya memenangkan pertarungan tersebut. Sudah merupakan sifat suku Dayak Kenyah, untuk memepertahankan miliknya apa pun itu bentuknya. Ini sesuai dengan arti kata “Punan” yang berarti  merebut, “letto” artinya gadis/wanita.

8. Tari Kancet Tebengang Madang ( Tari Enggang Terbang )

Tarian Kancet Tebengang Madang berasal dari Suku Dayak Kenyah yang menggambarkan perpindahan mereka dari Apau Kayan , menyebar keseluruh wilayah di Kalimantan Timur, dengan tujuan  mencari kehidupan yang lebih baik. Kancet Tebengang Madang yang dalam bahasa Indonesia berarti Tari Enggang Terbang.
Dimana burung enggang selalu mengikuti pemimpinnya, begitu juga dengan suku Dayak Kenyah, yang selalu menuruti apa perintah pemimpinnya. Burung enggang juga merupakan symbol perdamaian. Tarian ini diawali dengan “lemaloq” yang merupakan syair dalam bahasa Dayak Kenyah bercerita tentang perjalanan mereka. Tarian ini dibawakan dengan lemah gemulai oleh gadis–gadis Dayak laksana burung enggang yang sedang terbang.

9. Tari Leleng

Tarian Leleng diiringi oleh nyanyian leleng. Dalam nyanyian itu menceritakan tentang Utan Along.
Leleng dalam bahasa Kenyah berarti berputar-putar. Dikisahkan  Utan Along (sebutan untuk seorang gadis yatim), yang sedang bimbang karena kekasihnya pergi dan belum kembali. Berputar-putar melambangkan kebimbangan. Layaknya orang yang sedang kebingungan lalu mondar mandir. Begitu juga dengan Utan Along. Oleh sebab itu dinamakan Leleng.

10. Tari Gantar

Tarian Gantar berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Tonyooi. Tarian ini dikenal sebagai tarian pergaulan antara muda mudi dan juga untuk menyambut tamu yang datang. Tarian ini melukiskan kegembiraan dalam menanam padi.
Arti Gantar  adalah sepotong bambu yang didalamnya diisi dengan biji-biji padi dan tongat panjang yang merupakan asek untuk membuat lubang ditanah saat menanam padi. Juga melukiskan keramah-tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Timur baik untuk turis , investor juga para tamu yang dihormati kemudian diajak turut menari. Pakaian yang dipakai di sebut Ulap Doyo yaitu kain tenunan asli suku Dayak Benuaq yang diambil dari serat doyo

11. Tari Ngelawai

Tarian Ngelawai merupakan tarian yang  dibawakan oleh gadis-gadis cantik dengan memakai selendang dengan lemah gemulai. Mereka menari bagai kupu-kupu yang sedang terbang mencari kembang untuk dihisap madunya. Tarian ini juga biasa dibawakan sebagai tarian menyambut tamu dan acara sukacita. Tarian ini diiringi musik “Rendete” yaitu musik khas suku Dayak Tonyoi-Benuaq.




12. Tari Tekenag Bungan Malan


Tarian Tekenag Bungan Malan memberi Gambaran Sang  Bungan Malan yaitu seorang Dewi bagi suku Dayak Kenyah yang sangat diagungkan. Bagi suku Dayak Kenyah, Bungan Malan adalah Tuhan yang disembah. Diceritakan  bahwa Bungan Malan adalah seorang Dewi yang arif bijaksana serta sangat sakti. Oleh karena itu sangat disegani dan diagungkan oleh suku Dayak Kenyah. Dalam tarian ini seorang penari perempuan yang menarikan Bungan Malan akan diangkat oleh para ajai dengan memakai gong, sebagai perlambang Dewi tersebut sangat disanjung dan dipuja.

B. TARIAN TRADISIONAL KALIMANTAN BARAT
13. Tari Jongan


Tarian Jongan merupakan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayan di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak. Tarian ini menceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang umumnya diajak untuk menari bersama

14. Tari Kondan


Tarian Kondan Merupakan tari pergaulan yang diiringi oleh pantun dan musik tradisional masyarakat Dayak kabupaten Sanggau Kapuas. Kesenian Kondan ini adalah ucapan kebahagiaan terhadap tamu yang berkunjung dan bermalam di daerahnya. Kesenian ini dilakukann dengan cara menari bersama dan berbalas pantun.

15. Tari Manang


Tari Manang merupakan jenis tarian sakral yang bertujuan sebagai  penyembuhan wabah penyakit yang terdapat  pada seluruh masyarakat Dayak. Tari ini berfungsi sebagai penolak, penyembuh, sekaligus sebagai  penangkal penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali. Tarian ini merupakan bagian dari upacara adat Balian

16. Tari Pingan


Tarian Pingan merupakan Tarian populer masa kini , yang awalnya merupakan tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang kabupaten Sekadau . Tetapi pada masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki, tuah, makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini berkaitan erat dengan penerimaan atau penyambutan tamu , pahlawan.

C. TARIAN TRADISIONAL KALIMANTAN TENGAH
17. Tari Pecuk Kina


Tarian  ini  menggambarkan  perpindahan  suku  Dayak  Kenyah  yang  berpindah  dari  daerah  Apo  Kayan  (Kab.  Bulungan)  ke  daerah  Long  Segar  (Kab.  Kutai  Barat)  yang  memakan  waktu  bertahun-tahun. Tari  Datun Tarian  ini  merupakan  tarian  bersama  gadis  suku  Dayak  Kenyah  dengan  jumlah  tak  pasti,  boleh  10  hingga  20  orang.  Menurut  riwayatnya,  tari  bersama  ini  diciptakan  oleh  seorang  kepala  suku  Dayak  Kenyah  di  Apo  Kayan  yang  bernama  Nyik  Selung,  sebagai  tanda  syukur  dan  kegembiraan  atas  kelahiran  seorang  cucunya.  Kemudian  tari  ini  berkembang  ke  segenap  daerah  suku  Dayak  Kenyah.


18. Tari Belian Bowo


Upacara  Belian  Bawo  bertujuan  untuk  menolak  penyakit,  mengobati  orang  sakit,  membayar  nazar  dan  lain  sebagainya.  Setelah  diubah  menjadi  tarian,  tari  ini  sering  disajikan  pada  acara-acara  penerima  tamu  dan  acara  kesenian  lainnya.  Tarian  ini  merupakan  tarian  suku  Dayak  Benuaq.

19. Tari Dadas


Tari  Dadas  adalah  sebuh  tari  yang  berasal  dari daerah  Barito  Selatan.  Tarian  ini  adalah  tarian  muda-mudi  dayak.  Dengan  menggunakan  gelang  dadas  nuansa  tari  semakin  terasa  karena  ditampilkan  dengan  musik  yang  seirama  dengan  gerak  dan  tari  para  penarinya.   Adapun  alat  musik  yang  digunakan  untuk  menarikan  tarian  Dadas  ini  adalah  gong,  kangkanung,  gendang  dan  alat  musik  khas  masyarakat  lainnya.

20. Tari Giring-giring

Tari  Giring-giring  adalah  salah  satu  tarian  daerah  Kalteng  dan  kab.  Bartim  pada  khususnya.  Tarian  ini  dipopulerkan  oleh  kalangan  suku  Dayak  Ma’anyan  dan  ditarikan  dalam  acara-acara  bergembira,  menyambut  tamu  dan  juga  sebagai  selingan  pada  pesta-pesta  atau  acara  tertentu.  Selain  itu,  tari  Giring-giring  ini  juga  digunakan  sebagai  tarian  pergaulan  di  kalangan  muda-mudi. Cara  menarinya  yaitu  dengan  menghentakkan  satu  tongkat  ke  lantai  yang  dipegang  di  tangan  kiri  dan  di  tangan  kanan  memegang  bambu  yang  di  dalamnya  berisi  kerikil  sambil  digoyang-goyang  agar  mendapatkan  bunyi,  sedangkan  kaki  maju  mundur  mengikuti  irama  lagu.
21. Tari Hudoq


Tarian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  topeng  kayu  yang  menyerupai  binatang  buas  serta  menggunakan  daun  pisang  atau  daun  kelapa  sebagai  penutup  tubuh  penari.  Tarian  ini  erat  hubungannya  dengan  upacara  keagamaan  dari  kelompok  suku  Dayak  Bahau  dan  Modang.  Tari  Hudoq  dimaksudkan untuk  memperoleh  kekuatan  dalam  mengatasi  gangguan  hama  perusak  tanaman  dan  mengharapkan  diberikan  kesuburan  dengan  hasil  panen  yang  banyak.


22. Tari Hudoq kita

Tarian  dari  suku  Dayak  Kenyah  ini  pada  prinsipnya  sama  dengan  Tari  Hudoq  dari  suku  Dayak  Bahau  dan  Modang,  yakni  untuk  upacara  menyambut  tahun  tanam  maupun  untuk  menyampaikan  rasa  terima  kasih  pada  dewa  yang  telah  memberikan  hasil  panen  yang  baik.  Perbedaan  yang  mencolok  anatara  Tari  Hudoq  Kita  dan  Tari  Hudoq  ada  pada  kostum,  topeng,  gerakan  tarinya  dan  iringan  musiknya.  Kostum  penari  Hudoq  Kita  menggunakan  baju  lengan  panjang  dari  kain  biasa  dan  memakaikain  sarung,  sedangkan  topengnya  berbentuk  wajah  manusia  biasa  yang  banyak  dihiasi  dengan  ukiran  khas  Dayak  Kenyah.  Ada  dua  jenis  topeng  dalam  tari  Hudoq  Kita,  yakni  yang  terbuat  dari  kayu  dan  yang  berupa  cadar  terbuat  dari  manik-manik  dengan  ornamen  Dayak  Kenyah.

23. Tari Kancet Lasan

Menggambarkan  kehidupan  sehari-hari  burung  Enggang,  burung  yang  dimuliakan  oleh  suku  Dayak  Kenyah  karena  dianggap  sebagai  tanda  keagungan  dan  kepahlawanan.  Tari  Kancet  Lasan  merupakan  tarian  tunggal  wanita  suku  Dayak  Kenyah  yang  sama  gerak  dan  posisinya  seperti  Tari  Kancet  Ledo,  namun  si  penari  tidak  mempergunakan  gong  dan  bulu-bulu  burung  Enggang  dan  juga  si  penari  banyak  mempergunakan  posisi  merendah  dan  berjongkok  atau  duduk  dengan  lutut  menyentuh  lantai.  Tarian  ini  lebih  ditekankan  pada  gerak-gerak  burung  Enggang  ketika  terbang  melayang  dan  hinggap  bertengger  di  dahan  pohon.

24. Tari Kancet Papatai ( Tari Perang )

TARI KANCET PAPATAI/TARI PERANG Tarian  ini  menceritakan  tentang  seorang  pahlawan  Dayak  Kenyah  berperang  melawan  musuhnya.  Gerakan  tarian  ini  sangat  lincah,  gesit,  penuh  semangat  dan  kadang-kadang  diikuti  oleh  pekikan  si  penari.  Dalam  tari  Kancet  Pepatay,  penari  mempergunakan  pakaian  tradisionil  suku  Dayak  Kenyah  dilengkapi  dengan  perlatan  perang  seperti  mandau,  perisai  dan  baju  perang.  Tari  ini  diiringi  dengan  lagu  Sak  Paku  dan  hanya  menggunakan  alat  musik  Sampe.
25. Tari Kancet Ledo ( Tari Gong )

Jika  Kancet  Pepatay  menggambarkan  kejantanan  dan  keperkasaan  pria  Dayak  Kenyah,  sebaliknya  Kancet  Ledo  menggambarkan  kelemah-lembutan  seorang  gadis  bagai  sebatang  padi  yang  meliuk-liuk  lembut  ditiup  oleh  angin.  Tari  ini  dibawakan  oleh  seorang  wanita  dengan  memakai  pakaian  tradisionil  suku  Dayak  Kenyah  dan  pada  kedua  belah  tangannya  memegang  rangkaian  bulu-bulu  ekor  burung  Enggang.  Biasanya  tari  ini  ditarikan  diatas  sebuah  gong,  sehingga  Kancet  Ledo  disebut  juga  Tari  Gong.

26. Tari Kuyang


Sebuah  tarian  Belian  dari  suku  Dayak  Benuaq  untuk  mengusir  hantu-hantu  yang  menjaga  pohon-pohon  yang  besar  dan  tinggi  agar  tidak  mengganggu  manusia  atau  orang  yang  menebang  pohon  tersebut.

27. Tari Leleng

Tarian  ini  menceritakan  seorang  gadis  bernama  Utan  Along  yang  akan  dikawinkan  secara  paksa  oleh  orangtuanya  dengan  pemuda  yang  tak  dicintainya.  Utan  Along  akhirnya  melarikan  diri  kedalam  hutan.  Tarian  gadis  suku  Dayak  Kenyah  ini  ditarikan  dengan  diiringi  nyanyian  lagu  Leleng.

28. Tari Mandau


Tari  Mandau.  Tarian  Mandau  merupakan  satu  dari  sekian  banyak  jenis  tari  yang  lahir  dari  kultur  Budaya  masyarakat  Suku  Dayak  di  Kalimantan  Tengah.  Tari  Mandau  Suku  Dayak  simbolisasi  dari  semangat  juang  masyarakat  Suku  Dayak  dalam  membela  harkat  dan  martabatnya. Selain  menggambarkan  patriotisme  warga  Bumi  Tambun  Bungai  untuk  menjaga  tanah  kelahirannya,  Tari  Mandau  Suku  Dayak  Kalteng  juga  merupakan  simbolisasi  keperkasaan  pria  Suku  Dayak  Kalimantan  Tengah  dalam  menghadapi  segala  macam  tantangan  dalam  aspek  kehidupan. Dalam  setiap  pertunjukan  atau  persembahan  Tari  Mandau  diringi  alunan  suara  kemerduan  Gandang  dan  Garantung  bertalu  kencang.  Harmonisasi  perangkat  musik  tradisional  tersebut  memunculkan  iramapenuh  semangat,  seolah  mengajak  mereka  yang  mendengar  dan  menyaksikan  persembahan  Tari  Mandau  semakin  bersemangat  layaknya  pejuang  Suku  Dayak  yang  siap  terjun  ke  medan  juang. Kelompok  penari  Tari  Mandau  seringkali  dilengkapi  dengan  menggenggam  Mandau  pada  tangan  sebelah  kanan,  sedangkan  di  tangan  kiri  Talawang  menangkis  serangan  musuh  sebagai  tameng  kokoh  suku  Dayak  juga  tampil  menyempurnakan  Tari  Mandau  Suku  Dayak  yang  ditampilkan

29. Tari Manggetem


MANGGETEM Tari  Manggetem  adalah  tarian  kegembiraan  masyarakat  dayak  dalam  hal  mensyukuri  hasil  panen  yang  berlimpah. Tarian  Pagar  Ruyung Tarian  dari  Kabupaten  Lamandau  ini  sering  sekali  ditampilkan  untuk  menyambut  kedatangan  tamu  dari  luar  daerah.  Tamu  dari  luar  daerah  mulai  dari  Bupati/Walikota  dari  daerah  lain,  Gubernur,  Presiden dll.

30. Tari Ngerangkau


Tari  Ngerangkau  adalah  tarian  adat  dalam  hal  kematian  dari  suku  Dayak  Tunjung  dan  Benuaq.  Tarian  ini  mempergunakan  alat-alat  penumbuk  padi  yang  dibentur-benturkan  secara  teratur  dalam  posisi  mendatar  sehingga  menimbulkan  irama  tertentu.

31. Tari Potong Pantan


Tarian  memakai  pakaian  khas  suku  Dayak  dengan  hiasan  bulu  burung  tingang  di  atas  kepala.  Tari  Potong  Pantan  ini  juga  dilengkapi  mandau  (senjara  khas  Dayak)  sebagai  propertis.  Biasanya  tarian  ini  ditampilkan  untuk  menyambut  tamu  dalam  acara  resmi.

32. Tari Serumpai

Tarian  suku  Dayak  Benuaq  ini  dilakukan  untuk  menolak  wabah  penyakit  dan  mengobati  orang  yangdigigit  anjing  gila.  Disebut  tarian  Serumpai  karena  tarian  diiringi  alat  musik  Serumpai  (sejenis  serulingbambu).  

D. TARIAN TRADISIONAL KALIMANTAN UTARA
33. Tari Jepen

Tari Jepen merupakan tari tradisional suku dayak pada umumnya, salah satunya yang ada di Kalimantan Utara. Tari Jepen merupakan tari bernuansa islam diiringi musik seperti musik rebana. Baju yang dikenakan berupa baju berwarna hijau dan kuning. Jumlah penarinya dalamtari ini dua orang atau lebih pasangan (perempuan dan laki-laki). Tarian ini didominasi dengan gerakan kaki. Di negeri tetangga tari Jepen juga terkenal disana seperti Filipina, Brunei Darussalam dan Malaysia. Tari Jepen hampir sama dengan tari-tari yang ada diwilayah pesisir seperti Riau, dengan sebutan yang berbeda yakni Tari Zapin atau Japin.

34. Tari Jugit


Tari Jugit adalah tarian tradisional dari Kabuaten Bulungan Kalimantan utara, yaitu tarian yang hanya ditampilkan dikalangan istana. Pada dasarnya tari jugit ini dibagi menjadi dua yaitu Jugit Paman dan Jugit Demaring , kedunya merupakan tari istana yang sakral walaupun sekilas nampaknya memiliki kesamaan, namun sebenarnya kedua tari itu memiliki perbedaan yang amat kompleks dari segi alat musik dan syair lagu, warna baju dan kain yang digunakan, gerak tangan saat memegang kipas dan selendang, serta peruntukannya untuk apa dan siapa tari itu disuguhkan.
Dimasa lampau saking sakralnya tarian ini, tari Jugit Paman hanya boleh disuguhkan kepada Sultan dan di tarikan didalam kraton sedangkan tari Jugit Demaring dapat disaksikan oleh rakyat biasa dan boleh disuguhkan diluar kraton.

35. Tari Mangunatip ( Tari Lalatip )


Tari Magunatip atau Tari Lalatip merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Tarakan dan Malinau Kalimantan Utara. Pada jaman dahulu tarian magunatip digunakan sebagai latihan ketangkasan kaki dalam melompat dan menghindari rintangan. Hal ini dilakukan karena adanya perang antar suku. Kemudian latihan ketangkasan itu kini dijadikan sebuah tarian.

Dalam tarian magunatip atau lalatip yang merupakan tarian tradisional Kalimantan Utara ini terdapat tiga kelompok pemain yaitu kelompok penjepit kaki dengan menggunakan batang kayu, kelompok penari sambil menari juga menghindari jepitan kayu dan kelompok pemain musik dengan alat musik tradisional Kalimantan Utara berupa gong dan kendang.

E. TARIAN TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN

36. Tari Baksa Kembang



Tari Baksa Kembang termasuk jenis tari klasik, yang hidup dan berkembang di keraton Banjar, yang ditarikan oleh putri-putri keraton dengan Gerakanya halus, diiringi irama gamelan, busana generlapan.Tari ini menggambarlan  seorang puteri yang  sedang memetik bunga di taman. Lambat laun tarian ini menyebar ke rakyat Banjar dengan penarinya galuh-galuh Banjar.Tarian ini dipertunjukkan untuk menghibur keluarga keraton dan menyambut tamu agung seperti raja atau pangeran. Setelah tarian ini memasyarakat di Tanah Banjar, berfungsi untuk menyambut tamu pejabat-pejabat negara dalam perayaan hari-hari besar daerah atau nasional.


37. Tari Japin Kuala
 
Tari Japin Kuala merupakan tari pergaulan muda – mudi di daerah Banjar, yang melukiskan rasa eratnya tali silaturrahmi dan persaudaraan. Tarian ini sangat disukai oleh muda-mudi Tanah Banjar karena disamping untuk mengekspresikan kegembiraan dalam suatu acara, tak jarang pula Tari Japin merupakan media untuk mencari jodoh. Walaupun tarian ini adalah tarian pergaulan namun masih memegang norma - norma agama Islam.
Merupakan tari yang diambil dari gerak tari zafin yang bernafaskan Islam yang bergaya daerah Banjar Kuala. Penarinya pria dan wanita berpasangan. Bisa Juga antara wanita dan wanita.

Demikian 37 Tarian tradisional di semua provinsi Kalimantan , semoga bermanfaat.
 

No comments:

Post a Comment